Maryamah Karpov

Title: Maryamah Karpov –Mimpi-mimpi Lintang–. Author: Andrea Hirata. Publication: November 2008, second edition; Yogyakarta: Bentang.

Voila, the fourth book of Laskar Pelangi tetralogy ^_^

Buku terakhir dari tetralogi karya Andrea Hirata ini benar-benar ditunggu, terbukti dalam satu bulan sudah dicetak ulang. Masih tetap bercerita tentang Ikal dan orang terdekatnya, tetapi buku ini terbilang cukup melelahkan jika dibandingkan tiga buku yang lain. Dengan mozaik-mozaiknya, Andrea mengajak kita untuk menelusuri budaya Melayu dengan satir-satir khas Andrea yang menggabungkan sains dengan budaya.

Secara garis besar, buku ini bisa dibilang terbagi dalam dua bagian utama. Bagian pertama fokus pada orang Melayu dan budaya mereka. Sebenarnya, sesaat setelah membaca buku ini, sempat terpikir apa kaitan judul “Maryamah Karpov” dengan cerita di dalam novel itu sendiri. Akan tetapi, setelah dikaji ulang, sebenarnya judul tersebut cukup mewakili bagian pertama novel ini. Kisah tentang orang Melayu dengan segala kebiasaan dan budaya mereka tertuang dalam satu frase, “Maryamah Karpov”, di mana dalam frase tersebut sudah terkandung unsur bahwa orang Melayu senang memberi julukan pada orang lain, sering nongkrong di warung kopi, termasuk daya imajinasi mereka yang luar biasa (yang sangat berguna dalam cara menghibur diri yang lain daripada yang lain–mengibul).

Paruh kedua mulai terfokus pada pencarian A Ling. Membaca bagian inilah yang menguras tenaga karena atmosfernya sangat dense dengan pace yang tak terduga yang dengan tanpa ampun hanya memberi kesempatan kecil bagi pembaca untuk sekedar catch the breath.

Terlepas dari itu, ada banyak komentar yang menyatakan bahwa pencariannya terlalu mengada-ada dan berlebihan, tapi saya pikir that’s fine, karena sebagai sebuah fiksi, isi di dalamnya bisa seliar apapun–terserah pada sang penulis. Walaupun dikatakan bahwa Laskar Pelangi diangkat dari kisah nyata, tetapi tetap saja bahwa itu adalah sebuah novel, di mana dalam sebuah novel komposisi real event-nya tidak akan mungkin pernah 100% karena ada hasil imajinasi di dalamnya (jika novel adalah 100% kisah nyata, maka itu disebut biografi instead of novel kan?).

Nevertheless, ending dari novel ini bisa dibilang cukup memuaskan. Regarding tiga buku sebelumnya dan Andrea Hirata saat ini, bisa dibilang bahwa it is the best ending Andrea can produce for this book. Overall, sebagai sebuah penutup, Maryamah Karpov lumayan tidak mengecewakan meskipun I think that it is not his best, ini bukan buku terbaik Andrea. Personally I believe that Andrea’s best works are Laskar Pelangi and Sang Pemimpi, dua buku yang–dengan kesederhanaannya yang begitu membumi–benar-benar menginspirasi dan menyemangati para pembaca

Advertisements
Categories: Book Review | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Maryamah Karpov

  1. Parrameswari

    Hmmmm… Setuju!!! I can’t be more agree than this.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: